• Kanak-Kanak yang tabah

    Gambar Hiasan

       Pada suatu hari,ada seorang kanak-kanak lelaki yang tinggal di satu daerah terpencil yang bernama Daerah Basyirah,Kanak-Kanak tersebut bernama Muhammad Putra Alfarizqi dan lebih dikenali sebagai Putra.Putra merupakan anak tunggal daripada satu keluarga Miskin,Putra berusia 8 Tahun.didalam kehidupannya adalah penuh dengan suka duka yang sangat mencabar jiwa dan raga.manakan tidak,didalam kesempitan hidup yang " kais pagi makan pagi,kais petang makan petang".

       Hampir setiap harinya ,Putra sering kali bermain-main bersama kawan-kawannya di padang permainan.Putra merasa sangat gembira ketika bermain-main bersama kekawan,Namun siapa tahu,didalam kegembiraan Putra terselit seribu kesedihan dan pengharapan.ya,walaupun Putra anak tunggal,namun kerana kesempitan hidup.Putra sering kali merasa kekurangan,Kekurangan makanan,Kekurangan keperluan harian dan sebagainya.Hanya saja Putra bersyukur kepada Allah s.w.t,diatas setiap segala kekurangannya itu,dia tidak pernah merasakan kekurangan didalam kasih sayang seorang ibu dan kasih sayang seorang ayah.

       Ibubapa putra tahu bahawa mereka tidak mampu memberikan harta benda dan tidak mampu memberikan segala apa yang Putra harapkan.Hanya saya kasih sayang sajalah yang mampu mereka berikan sepenuh hati.Walaubagaimanapun,Putra yang baru berusia 8 tahun itu mengerti kenapa dan mengapa ,Sepastinya kerana kesempitan hiduplah menjadi jawapannya.

       Tidak diduga,Pada suatu hari,ketika Putra sedang terjaga dari tidurnya,dia terdengar perbuatan Ayah dan Ibunya ,Putra berpura - Pura tidur pulas disaat itu sambil mecuri dengar apa yang di bicarakan oleh kedua Orang Tuanya.didalam perbualan tersebut menyatakan :

    Ayah : Ibu,jangan terlalu banyak bekerja.ibu tahukan bahawa kesihatan ibu itu tidak begitu baik.

    Ibu : ya Ayah,Ibu tahu,tapi jika ibu tidak bekerja dengan lebih giat,bagaimana kita nak mendapatkan rezeki agar kita dapat membeli segengam beras untuk Putra makan.Ayah juga sekarang pasti belum menjamah sebarang makanan,Bukan..?

    Ayah : tidak mengapa ibu,ayah rela tidak makan,ayah rela berlapar,asalkan anak kita Putra dapat makan dengan sekenyangnya dan tumbuh besar dengan sihatnya.

    Putra : ( dalam keadaan perpura tidur ) ,Putra mengalirkan airmata setelah mendengar perbualan ibu dan bapanya.Putra merasa bersalah kerana selama ini Putra tidak menyangka bahawa segala makanan yang dia makan tidak mencukupi untuk keluarganya,malah lebih membuatkan Putra merasa sedih apabila dia teringat bahawa ,disaat Putra makan,dia tidak mengetahui bahawa ibubapanya juga belum makan dan putra tidak pernah bertanyakan tentang itu kepada kedua orang tuanya.putra meneruskan untuk mendengar perbualan ibubapanya.

    Ayah : ibu ,berhentilah dahulu,ibu pergilah tidur,sekarang sudah lewat malam.ayah bimbang akan kesihatan ibu.sebentar lagi ayah akan keluar mencari rezeki untuk di jual,agar ayah bisa membeli ubat untuk ibu.

    Ibu : baiklah ayah,ayah..jaga diri dan berhati - hatilah ya..

    Putra : ( melanjutkan tidurnya dalam keadaan airmata yang tidak putus mengalir.

    ......................................................................................................

    Keesokkan Harinya,

       Putra keluar rumah dan menuju kesatu tempat yang menjadi tempat rahsia untuk Putra menenangkan fikiran disaat kesedihan.di tempat rahsia itu,berada diatas bukit berhadapat dengan tasik yang airnya biru dan jernih sekali.disana,Putra duduk sendirian dan memikirkan bagaimana cara untuk membantu ibu bapanya agar tidak kelparan hanya kerana Putra dan agar dapat membelikan ibunya ubat agar cepat sembuh seperti biasa.ini kerana,Putra tidak pernah tahu bahawa ibunya sedang sakit.Sehingga dia mendengar perbualan kedua orang tuanya semalam.

    Putra berfikir penuh kebuntuan
    ditemani dengan bunyi burung- burung berkicauan
    hatinya sebak ketika mengenangkan
    nasib keluarga yang sering kesempitan

    Putra berusia 8 Tahunan
    namun memiliki pemikiran yang sangat membanggakan
    niat dihati ingin membahagiakan
    kedua orang tua penuh keikhlasan

    Sekian lama duduk termenung
    memikirkan cara untuk melestarikan
    impian dan harapan keluarga tersayang
    akhirnya puta mendapat satu jalan penyelesaian

       Setelah sekian lama Putra memikirkan cara untuk membantu ibubapanya agar tidak merasa risau akan dirinya.Putra bercadang untuk pergi kekampung berdekatan untuk mencari pekerjaan tanpa pengetahuan ahli keluarganya.

       Tanpa membuang masa ,Putra terus menuju ke destinasi iaitu ke kampung bersebelahan yang jauhnya kira-kira 20 minit berjalan kaki .Putra meredah semak-samun dan tidak mengendahkan segala kekangan mendatang.akhirnya Putra tiba kekampung Insyirah.ketika berada di perkampungan Insyirah.Putra mengalami satu lagi cabaran iaitu cabaran untuk mencari pekerjaan.telah banyak tempat dan rumah serta kedai - kedai dia kunjungi untuk meminta pekerjaan yang mampu dia lakukan.namun tiada seorangpun yang sudi menerimanya untuk bekerja.ini kerana Putra hanyalah seorang budak lelaki yang berusia 8 tahun.

    Update later...